5 Cara Memotivasi Karyawan Tanpa Uang

December 20, 2012

Pemberian uang dianggap cara terbaik untuk memotivasi karyawan. Namun bukan perkara mustahil ada sebagian perusahaan dapat membuat karyawannya termotivasi tanpa membayar mereka lebih banyak. Ternyata hal itu bisa diterapkan, asalkan Anda memahami mengapa uang bekerja sebagai motivator.
Sebenarnya tidak ada orang yang bekerja hanya demi uang semata. Alasan sebenarnya orang ingin mengumpulkan uang adalah untuk membeli sesuatu yang mereka percayai bisa membuat mereka bahagia. Hal ini bisa kita pakai sebagai landasan untuk memberikan kepuasan kepada karyawan tanpa memberi uang tambahan.
1. Beri Kesempatan Karyawan Menghargai Karyawan Lain
Ketika seorang karyawan mencapai sebuah keberhasilan yang besar, beri kesempatan kepada karyawan tersebut untuk menghargai karyawan di grup lain yang mempunyai andil terbesar dalam mencapai keberhasilan tersebut.
Misalnya pada sebuah perusahaan, ketika seorang sales berhasil meraih angka penjualan yang besar, sales tersebut diberi kesempatan untuk memberi hadiah kepada karyawan lain yang memberikan andil besar kepada dirinya untuk mencapai angka penjualan tersebut. Walaupun hadiahnya adalah sebuah hadiah kecil, hal tersebut dapat menambah ekstra motivasi kepada keduanya.
2. Mengadakan Meeting “Quality Assurance” Mingguan
Istilah “quality assurance” (QA) sering dipakai di industri high tech. Meeting QA yang ideal biasanya dilaksanakan pada hari Jumat sore di sebuah restoran yang nyaman. Karyawan, manajer dan bos bisa duduk ditempat manapun yang mereka suka, memilih makanan apapun dan bebas memilih apakah mau bayar sendiri-sendiri atau mentraktir temannya yang lain. Meeting seperti ini bisa membuat suasana menjadi lebih rileks dan diskusi lebih mencair.
Hal ini tidak hanya membuat komunikasi antar divisi perusahaan menjadi lebih cair, tapi seiring dengan waktu setiap karyawan tidak hanya merasa bekerjasama dengan rekan kerja, namun juga dengan teman dekat.
3. Berikan fasilitas tambahan untuk performa bukan jabatan
Banyak perusahaan yang memberi fasilitas tambahan seperti parkir gratis, makanan tambahan gratis tapi hal ini hanya diberikan kepada karyawan level manajer atau eksekutif.
Jika Anda memberikan fasilitas ini berdasarkan jabatan, karyawan akan berusaha mengejar jabatan tersebut demi fasilitas itu. Lain halnya jika Anda memberikan fasilitas tersebut berdasarkan performa, maka karyawan Anda akan berlomba-lomba dalam mencapai performa yang tinggi dalam bekerja untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut.
4. Buatlah Bekerja seperti Bermain Game
Para konsultan manajemen menamakan hal ini dengan istilah “gamification” yaitu sebuah sistem kerja yang di dalamnya terdapat sistem skoring yang semua orang bisa melihatnya. Bagian penjualan sudah melakukan hal ini semenjak lama, misalnya dengan mengumumkan angka penjualan setiap sales di papan pengumuman. Sekarang hal ini sudah mulai diadaptasi ke bagian lain, misalnya untuk grup programmer bisa diberikan skor jika programming yang dibuatnya lolos beberapa tahap pengujian kualitas.
Para pakar mengatakan bahwa strategi gamification yang bagus adalah yang bisa menimbulkan kompetisi antar grup, bukan kompetisi individual. Jika tidak, Anda akan secara tidak sengaja membuat karyawan berusaha melakukan kecurangan untuk mencapai skor yang tinggi.
5. Hubungkan Karyawan dengan Pelanggan yang Puas
Manusia akan merasa lebih bahagia jika melihat apa yang mereka lakukan membawa perubahan positif terhadap lingkungannya. Tapi karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan pelanggan tidak bisa melihat langsung dampak pekerjaannya terhadap pelanggan.
Oleh karena itu, jika Anda mengetahui ada pelanggan yang puas dengan produk atau jasa Anda, ajaklah pelanggan tersebut untuk mengunjungi kantor Anda dan bertemu langsung dengan para karyawan – orang yang berada di belakang produk Anda.
Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mengajak pelanggan yang puas untuk merekam video sebagai ucapan rasa terima kasih kepada karyawan Anda yang telah berhasil menghasilkan produk yang berkualitas.
sumber : portalhr
137 0 12

Categories: Strategi Human Resource (HR) | Permalink

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in leadership. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s