KISAH CERDIKNYA SEORANG PEMUDA YANG IKHLAS

Oleh Ust Firanda Andirja

Yang menyaksikan kisah nyata ini berkata :
Suatu hari aku di Mekah, di salah satu supermarket. Setelah aku selesai memilih barang-barang yg hendak aku beli & aku masukan ke dlm kereta barang maka akupun menuju tempat salah satu kashir utk antri membayar.

Didepanku ada seorang wanita bersama dua putri kecilnya & dibelakang mereka ada seorang pemuda yg persis di hadapanku di posisi antrian.

Aku perhatikan ternyata setelah menghitung lalu sang kashir mengatakan, “Totalnya 145 real”. Lalu sang wanitapun memasukan tangannya ke tas kecil utk mencari-cari uang, ternyata ia hanya mendapatkan pecahan 50 real & beberapa lembar pecahan sepuluhan real. Aku juga melihat kedua putrinya juga sibuk mengumpulkan uang pecahan real miliki mereka berdua hingga akhirnya terkumpulah uang mereka 125 real.

Maka nampaklah ibu mereka berdua kebingungan & mulailah sang ibu mengembalikan sebagian barang-barang yg telah dibelinya. Salah seorang putrinya berkata, “Bu.., yg ini kami tidak jadi beli, tidak penting bu..”.

Tiba-tiba aku melihat sang pemuda yg berdiri persis di belakang mereka melemparkan selembar uang 50 real di samping sang wanita dgn sembunyi-sembunyi & cepat.
Lalu sang pemuda tsb segera berbicara kpd sang wanita dgn penuh kesopanan & ketenangan seraya berkata, “Ukhti, perhatikan, mungkin uang 50 real ini jatuh dari tas kecilmu…”.
Lalu sang pemuda menunduk & mengambil uang 50 realan tsb dari lantai lalu ia berikan kpd sang wanita.

Sang wanitapun berterima kasih kepadanya lalu melanjutkan pembayaran barang ke kashir, kemudian wanita itupun pergi.

Setelah sang pemuda menyelesaikan pembayaran barang belanjaannya di kashir iapun segera pergi tanpa melirik ke belakang seakan-akan ia kabur melarikan diri. Akupun segera menyusulnya lalu aku berkata, “Akhi…sebentar dulu…, aku ingin berbicara denganmu sebentar”.
Lanjut»»»
** Apr 30 Tue 20:27 **
Yugi Ramdhani: aku ingin berbicara denganmu sebentar”. Lalu aku bertanya kepadanya, “Demi Allah, bagaimana kau punya ide yg cepat & cemerlang seperti tadi ?”

Tentunya pada mulanya sang pemuda berusaha mengingkari apa yg telah ia lakukan, akan tetapi setelah aku kabarkan kepadanya bahwa aku telah menyaksikan semuanya & aku menenangkannya serta menjelaskan bahwasanya aku bukanlah penduduk Mekah, aku hanya menunaikan ibadah umroh & aku akan segera kembali ke negeriku & kemungkinan besar aku tidak akan melihatnya lagi. Lalu iapun berkata, “Saudaraku, demi Allah aku tadi bingung juga, apa yg harus aku lakukan, selama dua menit tatkala sang wanita & kedua putrinya berusaha mengumpulkan uang mereka untuk membayar kashir…, akan tetapi Robmu Allah Subhaanahu wa ta’aala telah mengilhamkan kepadaku apa yang telah aku lakukan tadi, agar aku tidak menjadikan sang wanita malu dihadapan kedua putrinya…
Demi Allah, saya mohon agar engkau tidak bertanya-tanya lagi & biarkan aku pergi”.

Aku berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, aku berharap engkau termasuk dari orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka :
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (٥) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (٦) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (٧)
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (QS Al-Lail 5-7)

Lalu sang pemuda itupun menangis, lalu meminta izin kepadaku dan berjalan menuju mobilnya sambil menutup wajahnya.

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s