Jadi, Salafy Mana yang Kamu Pilih?

Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Tidak bisa di pungkiri dengan alasan apapun bahwa untuk mendapatkan kemurnian Agama Islam, haruslah mengikuti pemahaman salafus shalih, dalam hal ini sungguh sudah sangat di maklumi. Dan tidak perlu pula berhujan Ayat bergerimis Hadis dalam mendukung keyakinan ini. Namun metode mundur ke belakang itu bukan berarti menghambat langkah ke depan Ummat Islam untuk menyongsong masa depan dengan kehidupan yang terus bergelombang, beragam dan berubah.

Kalau langsung mengikuti pemahaman para salafush sholeh, apakah dengan jalan memutus mata rantai keilmuan para ‘Ulama sebagai pemegang tongkat estafet Risalah Nabi Muammad Shollallaah ‘alaih Wa Sallam akan menghantarkan kita ke Pemahamannya Mereka? lalu apa fungsinya imam 4 mazhab tersebut? apakah langsung merujuk kepada para sahabat, tanpa mengikuti mazhab-mazhab yang ada, dengan membaca saja hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat, kemudian langsung bisa diamalkan?? Dengan tanpa memiliki ilmu yang cukup untuk menarik hukum dari hadist-hadist yang sekian banyak, juga tidak mampu membedakan mana hadist shahih, hadist dhaif dan hadist mungkar? Mampukah anda? Kalau anda tidak mampu, maka gunakanlah hasil penelitian para imam mazhab tersebut. Kemudian berlanjut ke generasi penerusnya yang menerima pengajaran dengan mata rantai yang tidak terputus.

Apakah dengan begitu, sama saja kita tidak mengikuti pendapat para sahabat dong? Kita jadinya mengikuti pendapat para imam tersebut. Jangan salah sangka dulu!!! Tahukah anda ? bagaimana para imam mazhab itu menghasilkan hukum-hukum Islam? Mereka menghasilkan hukum-hukum Islam setelah membaca, menganalisa ribuan hadist-hadist yang diriwayatkan oleh para sahabat serta meneliti pandangan-pandangan para sahabat. Jadi sebenarnya kita mengikuti manhaj salaf juga dengan menggunakan hukum-hukum dari imam-imam mazhab tersebut.Yang tidak dikatakan mengikuti manhaj salaf adalah mengerjakan suatu amalan baik aqidah , ibadah ataupun akhlak, yang tidak ada dasarnya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Takutlah akan perpecahan! Walaupun tidak diragukan lagi ikhwah As-Salafiyyun adalah kelompok yang sangat memperjuangkan wacana keIslaman yang dekat dengan Salafu al Sholih (dengan caranya sendiri), tetapi permasalahan mereka sama seperti kelompok lainnya.. Sehingga Salafi mempunyai ciri khusus dengan manhaj yang secara global berpijak kepada prinsip-prinsip seperti apa yang di sampaikan oleh Syaih Al Qordlowi (Beliau sendiri juga di hujat oleh salafi yang lain, klik http://www.hudzaifah.org/Article205.phtml) sebagai berikut :

1. Berpegang pada nas-nas yang sahih, bukan bertaqlid atau mengutamakan pendapat para ahli, tokoh maupun ulama’ mengatasi nas yang jelas.
2. Mengembalikan masalah-masalah “mutasyabihat” (yang kurang jelas) kepada masalah “muhkamat” (yang pasti dan tegas). Dan mengembalikan masalah yang zhanni kepada yang qath’i.
3. Memahami kasus-kasus furu’ (ranting) dan juz’i (tidak prinsipal), dalam kerangka prinsip dan masalah fundamental.
4. Menyerukan “ijtihad” dan pembaruan (Tajdid). Memerangi “taqlid” dan kebekuan.
5. Mengajak untuk beriltizam (memegang teguh) dengan akhlak Islamiah, bukan meniru perlakuan jahiliyah.
6. Dalam masalah fiqh, berorientasi pada “kemudahan” (fiqh taysir) dan bukan “mempersulit” .
7. Dalam hal tarbiyyah dan tasfiyyah, lebih menggemari pemberian motivasi dan bukan menakut-nakuti.
8. Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman keyakinan, bukan dengan perdebatan panjang yang tidak menambahkan iman.
9. Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa ibadah, bukan sifat formalitasnya.
10. Menekankan sikap “ittiba’” (mengikuti nas) dalam masalah agama. Dan menanamkan semangat “ikhtira’” (kreatifitas dan daya cipta) dalam masalah kehidupan duniawi yang memerlukan akal yang bebas lagi merdeka.

Sebagian individu kelompok ini saling menyesatkan, membid’ahkan, dan memfasikkan, mensyirikkan dan mengkafirkan. Fenomena ini muncul, dan sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan cara pandang yang jumud dan kaku, mengakibatkan bercerai berainya Manhaj itu menjadi beberapa kelompok :

Salafy Ikhwani merupakan gerakan tajdid haraki yang paling besar dalam sejarah Islam yang dicetuskan oleh gagasan Rashid Ridha-Hasan al-Banna-al-Qardhawi. Sedangkan manhaj salafi hijaz adalah gagasan tajdid tauhid yang dikepalai oleh Imam Muhammad bin Baz, Ibn Uthaimiin, al-Albani, dan Yemeni connection (syaikh Muqbil).
Walaupun aqidah mereka sama, mereka berbeda pendekatan dalam beberapa isu yaitu dalam masalah pengisolasian terhadap “pelaku bid’ah”, sikap terhadap politik dan sikap terhadap gerakan Islam lainnya.

Salafi Yamani cenderung kaku dalam menyikapi yang di Anggapnya pelaku bid’ah. Mereka sering bentrok dengan masyarakat-masyarakat dan tokoh-tokoh agama setempat. Berbeda dengan salafi Haraki yang memilih cara berhikmah untuk memberantas bid’ah dalam masyarakat.

Dalam persoalan politik, Salafi Yamani memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bid’ah dan penyimpangan. Berbeda dengan Salafi Haraki yang cenderung menganggap masalah ini sebagai persoalan ijtihadiyah belaka.

Jika Salafi Haraki cenderung moderat dalam menyikapi gerakan lain, maka Salafi Yamani dikenal sangat ekstrim bahkan sering tanpa kompromi sama sekali. Contohnya Salafi Yamani menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai musuh utama mereka. Kebencian terhadap Ikhwanul Muslimin mencuat seiring bermulanya Perang Teluk bagian pertama. Mereka mengkritik karya-karya tokoh Ikhwan seperti Sayyid Qutbh. Mereka juga mencela dengan keras Dr. Yusuf al-Qaradhawy dengan menyebutnya sebagai musuh Allah, Yusuf sang penggunting syariat islam, dll.

Dalam bersikap terhadap pemerintah, Salafi Yamani menganggap setiap tindakan atau upaya yang dianggap ingin menggoyang pemerintahan yang sah adalah Khawarij, bughat atau semacamnya. Sebagai konsekwensi dari prinsip ini, maka muncul kesan bahwa kaum Salafi Yamani cenderung enggan melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Itulah beberapa sebab yang membuat gerakan Salafi dicap gerakan yang ekstrim, karena orang hanya melihat gerakan Salafi Yamani yang cenderung kaku menghadapi masyarakat dan gerakan-gerakan Islam lainnya. Bukan itu saja, gerakan Salafi Yamani sering mengkritik gerakan Salafi Haraki, yang menimbulkan kesan kepada orang luar bahwa gerakan Salafi itu pun berpecah belah (Tapi memang kenyataannya begitu!!)

Selain Salafi Yamani dan Salafi Haraki, ada juga yang disebut Salafi Jihadi. Ini berangkat dari tidak semua Salafi tertarik dengan jihad. Salafi Jihadi adalah salafi yang mencintai jihad dan beramal dengan jihad, misalnya gerakan Al-Qaeda dan pihak-pihak mujahidin di Afghanistan serta di Iraq dan Chechnya. Mereka inilah yang sering dirujuk oleh media-media massa pembenci jihad sebagai “teroris”. Menurut Hamas pimpinan Jundu Ansharullah tewas dengan meledakkan dirinya sendiri sewaktu rumahnya diserbu oleh polisi Hamas.

Kemudian gerakan salafi indonesia justru semakin membingungkan orang awam dengan Manhaj Salaf itu sendiri, Anda bisa buktikan perpecahan dan penyesatan antar salafi sendiri manakala Anda duduk di majlis-majlis, simposium, bedah-bedah buku, note dalam facebook, Artikel Message dari sebuah grup di facebook, kuliah singkat dan pengajian-pengajian mereka. Anda dengan mudah pula menemukan perpecahan itu dalam buku-buku dan artikelnya. Apa yang tersaji dalam berbagai blog dan website justru semakin memperuncing pertengkaran internal di kalangn salafi!!!

Ketika Anda duduk di Majlis Salafy Turotsi, ustadz-ustadz As-sofwah bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

Ketika Anda bermujalasah dengan Salafy Wahdah Islamiyyah, pemuka-pemuka salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam. Anda akan tercengang jika membaca ini http://sunnisalafi.blogspot.com/2009/03/pembesar-turotsi-kuwait-bersama-rafidhi.html

Ketika Anda hadir ditaklim salafy geng Salafy Sururi, ustadz-ustadznya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing-anjing neraka (kilaabun-naar) yang menggunakan sistem marhala.

Ketika Anda ngopi bareng bersama salafy yamani, rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi) itu ustadz otodidak yang pakar hadas (najis) bukan pakar hadis.

Muhamad Umar As Seweed (salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” Pedang Tertuju di Leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh. Dia juga berseteru dengan salafi Al Sofwah, Klik juga disini http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557 dan http://www.scribd.com/doc/12229113/Persaksian-Ustadz-Muhammad-Umar-asSewed-Tentang-Yayasan-AlSofwah

Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi. Salafi ini juga di annggap sesat yang lain, sehingga sampai terbit buku “NASIHAT ILMIAH UNTUK WAHDAH ISLAMIYYAH” klik disini http://ashthy.wordpress.com/

Salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salaf-salafy primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman purba atau pra sejarah.

Perpecahan salafi menjadi beberapa kelompok antara lain: kelompok Al-Sofwah & Al-Haramain Jakarta; Imam Bukhari Solo, Al-Furqan Gresik, Islamic Center Bin Baaz & Jamilurahman As-Salafy Jogya; FKAWJ & Lasykar Jihad Jakarta; Dhiyaus Sunnah Cirebon. Ini belum termasuk kelompok salafi yang telah ditahdzir dan kemudian taubat, tetapi tidak bergabung dengan salafi “asli” dan membentuk kelompok-kelompok sendiri.

Jadi, Salafy Mana Yang Kamu Pilih? Jika memang Salafi adalah satu-satunya Alfirqoh manshuroh, di Salafi mana kita harus mempertaruhkan harapan surga dan selamat dari kesesatan???

Orang awam yang baru mengenal salafi menjadi kebingungan, bagaimana mungkin satu golongan yang meyakini selamat dan masuk syurga, tetapi secara internal mereka sendiri berpecah belah. Lantas mana golongan salafi yang asli, yang selamat dan masuk syurga itu? Kembali kepada kaidah yang diyakini salafi: “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”, maka berarti salah satu salafi saja yang asli dan yang lain sesat dan bid’ah, atau bisa jadi semuanya salafi palsu!

Jangan-jangan atas semua perpecahan itu kemudian ada ungkapan : “sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlus-sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya-gayanya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah ‘Azza wa Jalla”.

Semoga bermanfaat.

About these ads

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in salafy ?. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s