Waktu imsak

Anjuran mengakhirkan waktu sahur dan waktu imsak

Setelah sahur sebaiknya tidak tidur lagi untuk itulah dianjurkan mengakhirkan waktu sahur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.).

Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” ( QS Al Baqarah [2]:187 )

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Fudlail bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Abu Hazim telah menceritakan kepada kami Sahl bin Sa’dari ia berkata; Ketika turun ayat; “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar”, ia berkata; Ada seorang lelaki yang mengambil satu benang berwarna hitam dan satu benang lagi berwarna putih, lalu ia makan (sahur) sampai keduanya terlihat jelas sehingga Allah ‘azza wa jalla menurunkan ayat; “ yaitu fajar”. Maka perkara itupun menjadi jelas baginya. (HR Muslim 1825)

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya, Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh? Dia menjawab, Antara lima puluh hingga enam puluh ayat. (HR Bukhari 541 )

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah mengabarkan kepada kami Waki’ dari Hisyam dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu, ia berkata; Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesudah itu kami beranjak untuk menunaikan shalat. saya bertanya, Kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan shalat. Ia menjawab, Kira-kira selama pembacaan lima puluh ayat. (HR Muslim 1837)

Hadis-hadits ini menunjukkan bahwa jarak menahan (imsak) antara bersahurnya Sayyyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan sholat Subuh adalah sekitar pembacaan 50 ayat dan jumhur ulama sepakat sekita 10 menit sebelum azan Subuh.

Sedangkan ada pihak yang berpendapat bahwa Rasulullah sahur sampai terdengar adzan subuh , pada umumnya salah memahami dalil seperti

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal”

Padahal adzan Bilal bukanlah adzan subuh

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah sekali-laki adzan Bilal menghalangi kalian untuk makan dan minum. Atau beliau bersabda: Adzan Bilal pada waktu sahur. Sesungguhnya ia adzan hanya untuk membangunkan kalian (HR Bukhari 4887)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi dari Abu ‘Utsman Al Hindi dari ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Adzannya Bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian, atau seseorang dari makan sahur nya, karena dia mengumandangkan adzan saat masih malam supaya orang yang masih shalat malam dapat pulang dan untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan Bilal adzan tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau subuh. (HR Bukhari 586)

Jelaslah makna “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal” adalah adzan pertama sebelum waktu Subuh untuk membangunkan mereka yang masih tidur.

Oleh karenanya sebagian ulama berpendapat untuk menghilangkan kesalahpahaman, menggantikan adzan pertama sebelum adzan subuh dengan pengingat waktu sahur atau sekedar pembacaan sholawat.

Wallahu a’lam

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in salafy ?. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s