5

Tata Cara Sholat Sebagaimana Diajarkan Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa Sallam Bagian 05

[Catatan Penting: Fasal-fasal yang kami jelaskan kali ini adalah penjelasan tentang tata cara sholat sebagaimana diajarkan oleh Nabi Shollallaahu ‘alaih wa sallam, yang mana tata cara ini sudah umum dilakukan oleh kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah. Dan bukan Pembahasan Mengenai Tata Cara Sholat Menurut Nashiruddin al-Albani]

Lanjutan Pembahasan Tata Cara Sholat Sebagaimana Diajarkan Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallam.

6. Membaca Ayat Al-Qur’an

Setelah membaca Amin, sebaiknya berhenti sejenak untuk sekedar memberikan jeda sebelum membaca ayat al-Quran. Bagi imam, hendaknya ia berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca surat al-Fatihah.

Syaikh Nawawi al-Bantani menjelaskan hal ini di dalam kitabnya Maraqi al-Ubudiyyah:

“Disunnahkan bagi imam setelah membaca Amin di dalam sholat jahr untuk diam sejenak dengan kadar waktu sekiranya makmum dapat membaca surat al-Fatihah dengan sempurna. Hal ini dilakukan dengan syarat bahwa makmum pada umumnya terbiasa membaca surat al-Fatihah. Dan hendaknya imam pada waktu berhenti tersebut, disunnahkan membaca secara sirr (pelan) do’a-do’a, dzikr, maupun ayat-ayat al-Quran. Dan membaca ayat-ayat al-Quran itulah yang lebih utama.” (Syarh Maraqi al-Ubudiyyah)

Hukum membaca surat al-Quran adalah sunnah pada raka’at yang pertama dan raka’at yang kedua. Hal ini didasarkan kepada hadits Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Dari Musa bin Isma’il ia berkata: berkata Hammam dari Yahya dari Abdullah bin Abi Qatadah dari ayahnya, bahwasanya Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam pada dua raka’at pertama sholat dzuhur membaca surat al-Fatihah dan dua surat yang lain. Sedangkan pada dua raka’at terakhir hanya membaca surat al-Fatihah. Kadang kala suara bacaan beliau terdengar oleh kami. Dan Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam memperpanjang raka’at pertama melebihi raka’at kedua. Begitu pula yang beliau Shollallaahu ‘alaihi wa sallam lakukan pada sholat ‘Ashr dan Shubuh.” (Shahih al-Bukhari, juz 3, halaman 236 [734])

Adapun mengenai tata cara di dalam membaca surat al-Quran dijelaskan di dalam kitab Fath al-Mu’in:

“Disunnahkan membaca Basmalah bagi orang yang membaca dari pertengahan surat, hal yang demikian ini ditegaskan oleh al-Imam asy-Syafi’i Rahimahullaahu Ta’aala.” (Fath al-Mu’in, juz 1, halaman 149)

“Pada saat membaca suatu surat, namun tidak dimaksudkan untuk melanjutkan bacaannya di raka’at kedua, misalnya pada sholat tarawih, maka membaca satu surat secara sempurna lebih utama daripada membaca sebagian namun lebih panjang.” (Fath al-Mu’in, juz 1, halaman 149)

“Disunnahkan memperpanjang bacaan surat al-Quran di raka’at yang pertama daripada raka’at yang kedua, selama tidak ada dalil yang memerintahkan untuk memperpanjang bacaan di raka’at yang kedua.” (Fath al-Mu’in, juz 1, halaman 150)

“Disunnahkan untuk membaca surat sesuai urutan di dalam mushaf dan secara berurutan selama bacaan berikutnya tidak lebih panjang.” (Fath al-Mu’in, juz1, halaman 150).

Wallahu a’lam.

Insya’ Alloh bersambung.

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in tata cara sholat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s