JUMLAH IBADAH SEEKOR ULAT MERAH

Al kisah suatu ketika Nabi Daud as duduk di serambi membaca Kitab Zabur sambil melihat seekor ulat merah melata diatas tanah. Nabi Daud as lantas bertanya pada dirinya; “Allah punya kehendak apa atas ulat ini!” Dan dengan ijin Allah ulat ini bisa berbicara, “Wahai Nabi Allah, bilamana siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk mengucapkan. “Subhanallah wal Hamdulillah wala ilaahha il-llallauhu wal-llaahhu akbar….sebanyak 1000 kali setiap harinya. Dan bila malam telah tiba Dia memerintahkan kepadaku untuk mengucapkan “Allahhumma sholi ‘Alaa muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa alihhi wa shohbihhi wa sallim, sebanyak 1000 kali.” Lalu buat kamu lafadz apa yang harus kukatakan agar memperoleh kebajikan darimu kelak!, tanya si ulat.
Saat itu juga Nabi Daud langsung menyesal karena sudah meremehkan mahluk ulat, ia langsung bertobat kepada Allah swt. Nabi Ibrahim Kholilullah kalau ingat kesalahannya maka ia akan langsung pingsan, dan hatinya bergetar hebat sampai terdengar sejauh 1 mil. Lalu Allah langsung mengutus malaikat jibril agar berkata kepadanya;
“Tuhan titip salam buatmu, wahai Ibrahim! Dia berfirman kepadamu; ‘Apakah engkau melihat seorang kekasih yang takut kepada kekasih-Nya!”
“Wahai jibril, bilamana aku ingat kesalahanku dan memikirkan bagaimana keras siksa-Nya, spontan aku bisa lupa hubunganku dengan kekasihku”.
Demikianlah sifat dan keadaan Para Nabi ALlah, orang-orang saleh dan orang-orang yang amat takut kepada Rob-Nya. Bagaimana dengan keadaan manusia pada saat ini, sebuat hadist pernah memberitakan behwa pada suatu masa kelak akan ada sebagian umat Nabi Muhammad yang amat mencintai dunia, Nabi saw bersabda: “Akan datang zaman menimpa umatku, dimana mereka amat mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara. (1) Mereka mencintai dunia namun lupa akherat, (2) Cinta harta benda dan lupa hisab, (3) Cinta terhadap sesaman mahluk dan lupa kepada Sang Pencipta (4) Cinta kepada dosa dan lupa bertobat, (5) Mencintai rumah-rumah mewah dan lupa terhadap kuburan (tempat kembali)”. Ya seperti itulah perilaku dan sifat manusia yang ada saat ini, mereka semua menganggap kehidupan di dunia ini adalah tempat peristirahatan terakhir, saling berlomb-lomba dan bermegah-megah dan menganggap kehidupan dunia adalah kekal, Ya…Allah semoga saja nasib manusia kelak dihari akhirat tidaklah lebih buruk dari seekor ulat merah dalam kisah diatas. aamiin.

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in islam, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s