Wortel, Telur, dan Kopi

Kisah ini saya baca di sore hari saat saya nyantai di teras rumah, saya masukkan cerita ini ke dalam blog karena dg maksud bisa menjadi masukan buat saya pribadi dan yg lainnya. Dan…..ini bukan tulisan saya sendiri lohhhhhhh
MASALAH dapat terjadi setiap saat. Apabila kita tidak punya uang itu masalah. Kita kaya juga masalah, karena kekayaan itu harus dipertanggung jawabkan. Jadi, hidup itu tidak akan lepas dari masalah. Nah, saat mengalami masalah, reaksi orang itu berbeda-beda.

Ada yang diibaratkan seperti wortel, telur, dan kopi. Lalu apa sih maksud dari wortel, telur, kopi tersebut? Berikut penjelasannya.

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang ke ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami keras kepala, suka bermalas-malasan, cuek, boros, dan sebagainya. Wanita muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya.

Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja, bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih.

Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan telur, di gelas kedua ia masukkan wortel. Dan di gelas ketiga ia masukkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ke-3 gelas tadi, dan hasilnya: Wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.

Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, masalah dalam hidup itu bagaikan air mendidih. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.

“Kita bisa menjadi: 1. Lembek seperti wortel. 2. Mengeras seperti telur. 3. Atau harum seperti kopi. “Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air. Mereka malah berubah oleh air. Sementara kopi malah mengubah air dan membuatnya menjadi harum.

“Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?

“Ada tiga reaksi orang, saat masalah datang, yaitu: 1. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh dan mengasihani diri sendiri. 2. Ada yang mengeras, marah dan menyalahkan pihak lain. 3. Ada yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana.” [st/rki]

About Hamba Allah

Mulai memikirkan kehidupan setelah mati, pertanggungjawaban kelak Starting care about life after death and responsibility as a human to God
This entry was posted in islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s